Saat sastra tak mampu mengungkapkan adanya,
lidah terbelit tanpa kata,
terbuai enam kilas mata,
memperhatikan tak menjual rasa,
ketika kata menjadi keras,
menjadi sungkan,
menjadi seperti hujan buaian,
aku hanya bisa berkata,
"jaga aku , malam ini dan yang akan berlalu"
lidah terbelit tanpa kata,
terbuai enam kilas mata,
memperhatikan tak menjual rasa,
ketika kata menjadi keras,
menjadi sungkan,
menjadi seperti hujan buaian,
aku hanya bisa berkata,
"jaga aku , malam ini dan yang akan berlalu"

0 komentar:
Posting Komentar