Rabu, 22 April 2009

Mencari Bintang

Aku tak tahu dimana bintangku tenggelam,
Mengungkap lemah ,
Dan telah pasrah.
aku ingin melihatnya tiap malam
aku telah tertutup kalbu

Senin, 20 April 2009

Ribuan Langit

Aku telah berbaring di ribuan langit cerah

Melewati banyak perubahan

Aku pasti akan lupa padamu

Garis tengah dari kehidapanku

Ku harus pergi dari sore ini

Sebelum gelap aku harus pulang kehatiku sendiri

Bercengkrama dengan rindu

Dan membagi waktu di hari-hariku



Kamis, 16 April 2009

AKHIR CINTA ABADI

Aku telah selesaikan pertarungan ini dengan baik

Dengan sepenuh hati aku terluka

Aku telah jalankan perang ini dengan sempurna

Dengan raga dan hati

Dan sang jiwa yang tak pernah hilang

Aku layu dimana tak pernah ada kembang

Tak pernah ada pujaan

Selain ini apa yang kau harapkan

Terus membunuh dan menarik urat nadiku,

Aku sesulit terjal yang tak pernah kau tau,

Setinggi langit yang blum pernah kau jelajahi

Kita kalah sayang

Bukan dari cinta tapi dari rasa

Dari sayang yang telah hilang

Aku lagu dimana setiap hari sendu

Berirama tak ada rindu

Kapan kau akan tahu aku seperti ini

Biasa tapi seperti ingin mati

Tak ada aku sebagai sepenggal aku lagi

Ini hanya cerita dulu

Ini aku kumpulan dari dirimu.

Adakah berkah yang kau tahu

Ketika aku tak ada kau tetap biasa

Seperti aku hilang di telan bumi, kaupun tak mau tau

Akhirnya setiap malam hanya ada bintang bersinar biasa

Terang telah hilang di telan malam

Atau telah dibawa jauh oleh para pemburu

Aku tak mau tahu itu

Hanya semakin meledakkan hatiku

Mendengar ceritamu sehari-harimu pun aku tak bisa

Semakin kalut aku , semakin takut…

Minggu, 12 April 2009

Langit Tibet


Ini seperti langit biru Tibet,

Kumpulan kesempurnaan para pengelana,

Petunjuk dimana ada hari-hari baik,

Aku pilih belajar dari semua ini,

Juara yang mulai peduli



Satu Waktu DUlu


Suatu saat akan kukenang dirimu dalam keindahan,

Dalam taman surga yang diselingi lembah-lembah cinta,

Setip kerlingan mata seolah bertanya

“sedang apa kau tanpa dirinya?”

berbalur terpendam sunyi,

seperti lagu berdawai satu,

tak berirama mengisi dunia.

Adakah tempat yang ku tuju setelah dirinya,

Lebih dari percaya untuk membuatnya ada,

Bukan bagian dari setengah hati,

Tapi bagian dari satu dan tak pernah terbagi ,


Waktu Beku

Memikirkanmu meguras waktuku,

Menjadikan aku beku,

Seperti mesin menderu aku semakin kaku,


Memahami wanita membuatku tua,

Berpikir melebihi lelaki dewasa,

Permainan ini melebihi cerita,

Melebihi kisah pasangan cinta,

Jelas ini mulai bukan kita,



Minggu, 05 April 2009

Jendela dan hujan


kumohon biarkan aku sendiri dalam sang hujan
dalam gerimis lama semakin mendera.
menghadapi cinta hanya menyerahkan nyawa
Siap berbagi dan mati saat ajal ada