Jumat, 27 Februari 2009

Maaf Sebentar

Maaf untuk kata yang tak bisa aku sampaikan
untuk tangan yang terlalu kasar
untuk mulut yang membungkam,
selalu ketika ada udara berlalu, aku hembuskan namamu
berharap maaf sebentar bisa kau dengar,
biar udara bisa menjabat ,
memeluk mu dengan sayang,
from first and endles

Kamis, 26 Februari 2009

Jika biasa

Seandainya kau diciptakan dengan biasa,
dengan warna putih memuja,
aku akan lukiskan beberapa cerita,
dimana pernah ada lintasan cahaya terang,
menggambarkan keindahan terbang,
mengiyakan kebebasan,
dan menaklukkan diantara dua perang


Selasa, 10 Februari 2009

Aku tak akan mempedulikannya.....

Ketika ada aturan tentang rasa sayang
dimana ia menjaga dengan raga

aku tak akan mempedulikannya.....

Minggu, 08 Februari 2009

Dua Dewi Begitu Sama

Kisah ini semakin panjang,
hingga sampai pada perjalanan tiga tangan,
dulu semanis rahasia mata,
kini aku dipertemukan waktu ,
semanis senyum dan lambaian lugas,
tak terkira sekarang datang menjelma,
dua dewi begitu sama,
semoga ia menggantikannya

Rabu, 04 Februari 2009

Per-halaman

Di halaman utama tertulis perkataan,
tentang perang,
tentang cinta yang tertulis latin
setiap selipan kaya makna,
dilembaran pelepah kusam,
dengan getah hitam karya ebone,
legam karya arang,
lihatlah rumput mulai mengisahkan,
dari sejak embun ada,
hingga batang tubuh mengering,
adakah segaris yang ia tuliskan,
kecuali " aku hidup untuk mati hari ini "

Minggu, 01 Februari 2009

Enam Sastra


Saat sastra tak mampu mengungkapkan adanya,
lidah terbelit tanpa kata,
terbuai enam kilas mata,
memperhatikan tak menjual rasa,

ketika kata menjadi keras,
menjadi sungkan,
menjadi seperti hujan buaian,
aku hanya bisa berkata,
"jaga aku , malam ini dan yang akan berlalu"