Senin, 26 Mei 2008

buai

aku sembunyikan seribu senyum kepadamu,
dari pemberian yang berlalu dan bayangan yang akan hilang,
ini adalah kalbu tak memberi manfaat,
aku mencintaimu takut,membabu-mu ragu,



tahukah kau aku rindu?...........

Arini dia Arini

arini ku berlari
nama kecilnya menari-nari
dia adalah malaikat hangat
tawanan di setiap hati,

arini ku melebihi satu jiwa yang percaya,
arti dari empat rasa berbeda,


kadang entah menjadi iya,
mengartikan bahwa semua adalah buatan masa,
mengharukan rindu yang menggebu,

dia arini ku semakin berlalu,
akhirnya sia-sia diciptakan waktu

Kalam Dunia

kemana aku genggam dunia
tak ada mudarat,
sedikit cinta masih harus dibagi,
tertulis karya-karya kecil,


tentang kalam-kalam ungkapan pesan,
menangis sahayamu,terhenti utusanmu,
tujuh khalifah berpanggul pedang,
berhati besi menantang gelombang,
dunia sudah kelam,
ketika aku sampai menantangmu hidup!

Kamis, 22 Mei 2008

Bait Tertunda

kau adalah bait yang aku lanjutkan,
bukan dari sekedar kata,
dari setiap maknanya aku lantunkan dirimu,
ini hanya sepenggal aku,
tentang caraku merasa rindu,
tentang kau datang,saat cahaya menjadi jarang,
dimana aku mencarimu, saat aku benar-benar perlu??
saat dingin menggantikan pelukkanmu


seharusnya apa yang kita lakukan adalah perjuangan
sebuah jalan terang,

terimakasih manisku,
telah kau bentuk rasa serupa cinta,

Tiga Detik

Aku telah diselamatkan di beberapa cahaya,
dari ruang waktu menembus rindu,
Tuhan?!,jika ada jalan tercepat menemukanMU,
Aku akan tempuh itu,
Tapi beri aku waktu,
Beri rasa sebagai jeda,

Aku lama sedang menunggu sejawatku,
Biar aku ukir kata,
Kata yang sebanding dengan cinta,
Biar dia tahu diriku adalah satu padu,
Disini aku mesra mendampinginya,
Hangat memeluk seperti bara,

Telunjukku lemah padaMU,
Sampai nanti,kabarkan MalaikatMU padaku.