Rabu, 31 Maret 2010

Raga Yang Hangat

Tidurlah agar menjadi tubuh yang tenang,
terbaring agar menjadi raga yang hangat,
biar lembut menjadi nafasmu,
lalu haru tenggelam dalam tidurmu,
cerita panjang kemesraan,
menyimpan luka bercampur impian,
aku terbaring menghangatkan ragaku,
btukar mimpi melihat kedalam hatimu,
biarkan aku syahdu,
tidur bersama mimpimu


Kamis, 25 Maret 2010

Nawaya

Baru sekejap,
aku sudah bertulis luka,
beberapa kali menghadang pedang kepedihan,
ingin bertemu denganmu jika awan tak mendung dengan lesu,
tak panas seperti sayat,
dirimu tahu?aku malu,
cukup saja memujamu,
melihat mengarahkan arah kepadamu,
aku kagum,benar benar kagum.


Selasa, 23 Maret 2010

Aku ingin tahu!

Ingin sebesar apa kau nanti,aku cm ingin skedar tau,ingin sehebat apapun kau nanti,pasti aku tau kelemahan kecilmu, aku kutu masalah kecilmu yg ingin tau, akal ku mati,setengah ragaku tak bereaksi, jemari jentik melentik dan menggelitik,karya hitam yg tak dhargai...terbaik dari pilihan paling baik


Minggu, 21 Maret 2010

Cintai Saja Dia dengan Benar


Aku ingin mencintainya dgn benar,
mcintai kelemahan dgn craku
,mencintai kelebhan dgn rasaku,
aku tak mau kaku,
tak ingn terpaku,
tak ingn diam tertutup kelambu
,aku hanya perlu menunggu,
untk dtik ini hingga setelah nanti

Minggu, 17 Mei 2009

Dalam Tenang














Menyimpan semangat dalam ketenangan

Berbagi rahasia dalam-dalam

Mengerti dan menjalani

Harkat dan sebuah harga diri

Empat loncatan jalan lalu berlari

Menegaskan lalu meninggal pergi

Satu tujuan banyak simpangan

Enam harta tujuh sumbangan

Kurang menerima lebih memberi

Dan satu hati seribu tusukan




Jumat, 08 Mei 2009

Bait Terpisah












Dan baitku mulai tertunda,

Setiap baris hanya berisi jeda,

Aku hilang seperti debu peluru,

Setiap maknanya tak lagi terlantun dirimu,

Ucapanku tak lagi menggetarkan hatimu,

Menjadi barisan bait kaku,

Semoga malam tetap menjagamu,

Dari rasaku kehilangan dirimu


Cobalah Tinggal


Hanya mencoba tinggal,

Dilangit gelap ruang kesedihan,

Membaca hujan,

Dan berpikir aku akan rentan,

Aku sakit,aku sedih

Ini rasa luar biasa,

Dingin aku membeku,

Panas seperti jerembab api tungku,

Aku sakit, aku sedih,

Menjadi jarang bertemu mengungkapkan “rindukupadamu”