Minggu, 17 Mei 2009

Dalam Tenang














Menyimpan semangat dalam ketenangan

Berbagi rahasia dalam-dalam

Mengerti dan menjalani

Harkat dan sebuah harga diri

Empat loncatan jalan lalu berlari

Menegaskan lalu meninggal pergi

Satu tujuan banyak simpangan

Enam harta tujuh sumbangan

Kurang menerima lebih memberi

Dan satu hati seribu tusukan




Jumat, 08 Mei 2009

Bait Terpisah












Dan baitku mulai tertunda,

Setiap baris hanya berisi jeda,

Aku hilang seperti debu peluru,

Setiap maknanya tak lagi terlantun dirimu,

Ucapanku tak lagi menggetarkan hatimu,

Menjadi barisan bait kaku,

Semoga malam tetap menjagamu,

Dari rasaku kehilangan dirimu


Cobalah Tinggal


Hanya mencoba tinggal,

Dilangit gelap ruang kesedihan,

Membaca hujan,

Dan berpikir aku akan rentan,

Aku sakit,aku sedih

Ini rasa luar biasa,

Dingin aku membeku,

Panas seperti jerembab api tungku,

Aku sakit, aku sedih,

Menjadi jarang bertemu mengungkapkan “rindukupadamu”



Pilih Saja


Aku sebut beberapa kata dan kau pilih saja,

Hari ini apakah rindu atau rasa yang kau damba?

Supaya aku tau,

Kau titipkan pada siapa hatimu



Mesin Deru

Perjuangan itu seperti kalbu,

Tak terlihat tetapi menderu,

Dan kau tau??

Aku sudah mati dahulu saat berjuang untukmu.



Minggu, 03 Mei 2009

Menjadi Tahu


Mulailah menjadi penyabar,
Apa yang disisimu akan lenyap,
Dan kekal sebagai ruh,
Tidak untuk dianugrahkan,
Hanya agar aku mnjadi tahu
Kecelakaan yang besarlah bagiku.

Berpasangan


Jadilah dari jenis kamu sendiri
Dari pria dan wanita,
Dan tak ada yang serupa,
Berangkatlah dari hatimu sendiri,
Seperti malam menutup siang,
Seperti bumi menumbuhkan biji,

Jumat, 01 Mei 2009

La Tahzan


Dia mengungkap dan aku bersirat,

Diantara mereka ada kabar gembira,

Sedangkan aku hitam pekat menahan sedih,

Dan Nur berkata

gembirakanlah mereka dengan jannah”

“teguhkan pendirian”

Barangkali sedih bisa membunuhmu

Atau menahan kesabaranmu.




Rabu, 22 April 2009

Mencari Bintang

Aku tak tahu dimana bintangku tenggelam,
Mengungkap lemah ,
Dan telah pasrah.
aku ingin melihatnya tiap malam
aku telah tertutup kalbu

Senin, 20 April 2009

Ribuan Langit

Aku telah berbaring di ribuan langit cerah

Melewati banyak perubahan

Aku pasti akan lupa padamu

Garis tengah dari kehidapanku

Ku harus pergi dari sore ini

Sebelum gelap aku harus pulang kehatiku sendiri

Bercengkrama dengan rindu

Dan membagi waktu di hari-hariku



Kamis, 16 April 2009

AKHIR CINTA ABADI

Aku telah selesaikan pertarungan ini dengan baik

Dengan sepenuh hati aku terluka

Aku telah jalankan perang ini dengan sempurna

Dengan raga dan hati

Dan sang jiwa yang tak pernah hilang

Aku layu dimana tak pernah ada kembang

Tak pernah ada pujaan

Selain ini apa yang kau harapkan

Terus membunuh dan menarik urat nadiku,

Aku sesulit terjal yang tak pernah kau tau,

Setinggi langit yang blum pernah kau jelajahi

Kita kalah sayang

Bukan dari cinta tapi dari rasa

Dari sayang yang telah hilang

Aku lagu dimana setiap hari sendu

Berirama tak ada rindu

Kapan kau akan tahu aku seperti ini

Biasa tapi seperti ingin mati

Tak ada aku sebagai sepenggal aku lagi

Ini hanya cerita dulu

Ini aku kumpulan dari dirimu.

Adakah berkah yang kau tahu

Ketika aku tak ada kau tetap biasa

Seperti aku hilang di telan bumi, kaupun tak mau tau

Akhirnya setiap malam hanya ada bintang bersinar biasa

Terang telah hilang di telan malam

Atau telah dibawa jauh oleh para pemburu

Aku tak mau tahu itu

Hanya semakin meledakkan hatiku

Mendengar ceritamu sehari-harimu pun aku tak bisa

Semakin kalut aku , semakin takut…

Minggu, 12 April 2009

Langit Tibet


Ini seperti langit biru Tibet,

Kumpulan kesempurnaan para pengelana,

Petunjuk dimana ada hari-hari baik,

Aku pilih belajar dari semua ini,

Juara yang mulai peduli



Satu Waktu DUlu


Suatu saat akan kukenang dirimu dalam keindahan,

Dalam taman surga yang diselingi lembah-lembah cinta,

Setip kerlingan mata seolah bertanya

“sedang apa kau tanpa dirinya?”

berbalur terpendam sunyi,

seperti lagu berdawai satu,

tak berirama mengisi dunia.

Adakah tempat yang ku tuju setelah dirinya,

Lebih dari percaya untuk membuatnya ada,

Bukan bagian dari setengah hati,

Tapi bagian dari satu dan tak pernah terbagi ,


Waktu Beku

Memikirkanmu meguras waktuku,

Menjadikan aku beku,

Seperti mesin menderu aku semakin kaku,


Memahami wanita membuatku tua,

Berpikir melebihi lelaki dewasa,

Permainan ini melebihi cerita,

Melebihi kisah pasangan cinta,

Jelas ini mulai bukan kita,



Minggu, 05 April 2009

Jendela dan hujan


kumohon biarkan aku sendiri dalam sang hujan
dalam gerimis lama semakin mendera.
menghadapi cinta hanya menyerahkan nyawa
Siap berbagi dan mati saat ajal ada

Selasa, 24 Maret 2009

Bintang


Kalau pun ada datang malam
dengan satu bintang,
dari ribuan cahaya datang
aku pilih satu

kalau pun ada satu bintang,
aku pilih dirimu
dimana ada milikku disitu
namun dilihat banyak pemburu

kalaupun tak bisa aku jaga dirimu
akan aku tantang ribuan malam
dimana bintang
hanya satu bisa kupandang
dimana rasa hanya satu bisa kujaga

Selasa, 10 Maret 2009

Kuandalkan


Sore ini bisa kuandalkan ,
pasti menggelapkan,
meleyapkan keramaian,
aku tak lagi berpegang dirimu,
ada sore kuandalkan

Jumat, 27 Februari 2009

Maaf Sebentar

Maaf untuk kata yang tak bisa aku sampaikan
untuk tangan yang terlalu kasar
untuk mulut yang membungkam,
selalu ketika ada udara berlalu, aku hembuskan namamu
berharap maaf sebentar bisa kau dengar,
biar udara bisa menjabat ,
memeluk mu dengan sayang,
from first and endles

Kamis, 26 Februari 2009

Jika biasa

Seandainya kau diciptakan dengan biasa,
dengan warna putih memuja,
aku akan lukiskan beberapa cerita,
dimana pernah ada lintasan cahaya terang,
menggambarkan keindahan terbang,
mengiyakan kebebasan,
dan menaklukkan diantara dua perang


Selasa, 10 Februari 2009

Aku tak akan mempedulikannya.....

Ketika ada aturan tentang rasa sayang
dimana ia menjaga dengan raga

aku tak akan mempedulikannya.....

Minggu, 08 Februari 2009

Dua Dewi Begitu Sama

Kisah ini semakin panjang,
hingga sampai pada perjalanan tiga tangan,
dulu semanis rahasia mata,
kini aku dipertemukan waktu ,
semanis senyum dan lambaian lugas,
tak terkira sekarang datang menjelma,
dua dewi begitu sama,
semoga ia menggantikannya

Rabu, 04 Februari 2009

Per-halaman

Di halaman utama tertulis perkataan,
tentang perang,
tentang cinta yang tertulis latin
setiap selipan kaya makna,
dilembaran pelepah kusam,
dengan getah hitam karya ebone,
legam karya arang,
lihatlah rumput mulai mengisahkan,
dari sejak embun ada,
hingga batang tubuh mengering,
adakah segaris yang ia tuliskan,
kecuali " aku hidup untuk mati hari ini "

Minggu, 01 Februari 2009

Enam Sastra


Saat sastra tak mampu mengungkapkan adanya,
lidah terbelit tanpa kata,
terbuai enam kilas mata,
memperhatikan tak menjual rasa,

ketika kata menjadi keras,
menjadi sungkan,
menjadi seperti hujan buaian,
aku hanya bisa berkata,
"jaga aku , malam ini dan yang akan berlalu"

Sabtu, 31 Januari 2009

SOUND OF JAH


hidupku hanya di ujung pasir
berbijak pada satu butir
dengan dosa sebesar bumi
pijakanku semakin menggetarkan angin
menggelapkan selaput mata senja
kemana perginya cahaya??
saat diingikan rasa
saat telah tiba-tiba ia benar-benar tak ada

hanya ombak lusuh berkalung kerang
menempati setiap sepi
setiap celah
setiap sangsana dalam peraduan jiwa



Way to Heaven


Jalanku adalah bunga-bunga surga
harum bertepi empat mahkota
bertangkai kusam berjubah duri




Angsa Diradimitri


Sebentuk batu menggambarkan hatimu
sekelam cahaya tertutup gerhana
alur bayu seperti waktu

angsa kapan akan tenggelam
lama menghuni tapi tak berperasaan
Ia tersirat begitu kasar
begitu tak halus di rudung syahdu

angsa kapan akan terbang
menjadi peliharaan taman
menyimpan rahasia
dan mempertahankan masa.



Pelangi di Mata Hati

Ingin kulukiskan engkau seperti pelangi
merajai senja dan hujan menyudahi
terbias setiap sayup
setiap layu
dan setitik degup
aku mencintaimu
turunlah dan hiasi aku
dengan warna dan lembaran langitmu

Minggu, 11 Januari 2009

Sudah berapa selang menjelang

Semoga waktu meluluhkan hatimu.
seperti aku adalah anak waktu.
menua menunggu cinta tak pernah ada.

sudah selang menjelang
aku mau sekarang jika menginginkan dirimu.
tak mau bermalam dengan sebuah rindu.
cukup itu kabulkanlah permintaanku