dimana aku berlari menyembunyikan hati
aku hanya jantung berpembuluh rindu
hanya cinta ber-urat nadi
angin kelam langit jingga
semua tak wajar seperti biasa
tuhan sedang memaikan cintanya,
memainkan bidak hati,
aku begitu ingin bertemu dirimu,
menanyakan kabarmu dan menceritakan kisahku,
dengan hati berlalu sambil terharu
ada apa sayangku
apa aku menyakitimu?
Selasa, 11 Desember 2007
Sabtu, 08 Desember 2007
SEDAP MALAM ( Puisi )
Sambil tertawa kita bicarakan cinta
Dibalik malam dengan rumput dan sedap malam
Didepan pintu kaca dan suara bisik orang tua
Kita sperti punya dunia….
Seperti terpencil hanya berbekal cinta
Ceritakan apakah kau bahagia????
Aku kadang dalam bentuk tak sempurna…
Buruk rupa dan bau busuk menusuk
Semoga saja kau bahagia
ruben nurdiasmanto
Dibalik malam dengan rumput dan sedap malam
Didepan pintu kaca dan suara bisik orang tua
Kita sperti punya dunia….
Seperti terpencil hanya berbekal cinta
Ceritakan apakah kau bahagia????
Aku kadang dalam bentuk tak sempurna…
Buruk rupa dan bau busuk menusuk
Semoga saja kau bahagia
ruben nurdiasmanto
Label:
PUISI
BIAR DIA MENJADI DIA ( Puisi )
Dia biarlah sebentar saja menjadi dia
Biar dia menjadi dalam keangkuhannya sendiri
Biarlah dia sendiri , dalam lagunya ia benar-benar senandungkan sendiri
Aku kadang enggan mendekatinya…
Biar malaikat bicara apa yang perlu mereka bicarakan
Biar kepala menjadi tengadah saat lelah
Dan menunduk saat mengantuk…
Angin dingin serasa semilir…
Aku tak terasa pati rasa
Membeku dalam malam, dalam hari demi hari
Dan waktu berlalu membuatku terharu
Aku kali ini merindukanmu..
ruben nurdiasmanto
Rindu saat belaian mu menjadi jarang di kepalaku
Aku benci bait ini menggunakan hati…
Biasanya tak sperti ini…
Hanya saja aku mungkin merasa rindu
Ingin bertemu dan bergabung dalam sendirimu
Mungkin mati bersamamu
Biar dia menjadi dalam keangkuhannya sendiri
Biarlah dia sendiri , dalam lagunya ia benar-benar senandungkan sendiri
Aku kadang enggan mendekatinya…
Biar malaikat bicara apa yang perlu mereka bicarakan
Biar kepala menjadi tengadah saat lelah
Dan menunduk saat mengantuk…
Angin dingin serasa semilir…
Aku tak terasa pati rasa
Membeku dalam malam, dalam hari demi hari
Dan waktu berlalu membuatku terharu
Aku kali ini merindukanmu..
ruben nurdiasmanto
Rindu saat belaian mu menjadi jarang di kepalaku
Aku benci bait ini menggunakan hati…
Biasanya tak sperti ini…
Hanya saja aku mungkin merasa rindu
Ingin bertemu dan bergabung dalam sendirimu
Mungkin mati bersamamu
Label:
PUISI
Jumat, 07 Desember 2007
TERPENDAM RASA ( puisi )
puisi : KALA LARA
Oleh :ruben nurdiasmanto
Apakah kau mengerti,
aku berlalu sambil terharu,
ribuan hari aku tergulung-gulung perasaanku,
ingin menjejak selalu mendekat,
lantang seperti kita hanya biasa saja,
aku sperti kurang beruntung saja menjadi aku,
menjadi kumal lusuh berbau busuk,
setiap hari hanya kujelang pagi,
bergumam merenung sendiri,
sambil berkaca,
apakah aku sudah seperti mu,
hanya rinduku pelan,tak sampai dan hanyut tertelan,
aku adalah pahlawan dalam medan perang,
mengamati tak jua berjuang,sampaikan salamku nanti,
setelah kau buka hati,
atau setelah perasaanku mati
Oleh :ruben nurdiasmanto
Apakah kau mengerti,
aku berlalu sambil terharu,
ribuan hari aku tergulung-gulung perasaanku,
ingin menjejak selalu mendekat,
lantang seperti kita hanya biasa saja,
aku sperti kurang beruntung saja menjadi aku,
menjadi kumal lusuh berbau busuk,
setiap hari hanya kujelang pagi,
bergumam merenung sendiri,
sambil berkaca,
apakah aku sudah seperti mu,
hanya rinduku pelan,tak sampai dan hanyut tertelan,
aku adalah pahlawan dalam medan perang,
mengamati tak jua berjuang,sampaikan salamku nanti,
setelah kau buka hati,
atau setelah perasaanku mati
Label:
PUISI
Langganan:
Komentar (Atom)
