hidupku hanya di ujung pasir
berbijak pada satu butir
dengan dosa sebesar bumi
pijakanku semakin menggetarkan angin
menggelapkan selaput mata senja
kemana perginya cahaya??
saat diingikan rasa
saat telah tiba-tiba ia benar-benar tak ada
hanya ombak lusuh berkalung kerang
menempati setiap sepi
setiap celah
setiap sangsana dalam peraduan jiwa
berbijak pada satu butir
dengan dosa sebesar bumi
pijakanku semakin menggetarkan angin
menggelapkan selaput mata senja
kemana perginya cahaya??
saat diingikan rasa
saat telah tiba-tiba ia benar-benar tak ada
hanya ombak lusuh berkalung kerang
menempati setiap sepi
setiap celah
setiap sangsana dalam peraduan jiwa

0 komentar:
Posting Komentar